Kamis, 19 Agustus 2010

Man jadda wa jada (pemateri : Ahmad Fuadi)


Malam itu adalah malamnya pemuda Maninjau. Ahmad berkisah banyak tentang pengalaman hidupnya dari A-Z. Seluruh peserta seminar hanya bisa menjadi pendengar budiman. Ahmad mengatakan bahwa latar belakang seseorang bukanlah penentu masa depan seseorang, tetapi siapa yang bersungguh sungguh pasti akan mendapat “manjadda wa jada” karena Allah Maha Mendengar. Belum lama setelah Ahmad menyebutkan kalimat itu, dia mengajak peserta seminar untuk meneriakkannya bersama-sama. Ruangan yang tadinya hening itu berubah menjadi seperti gedung parlemen yang didemo mahasiswa. “Manjadda wa jada!!! Manjadda wa jada!!!”.

Ahmad bercerita tentang awal kehidupannya di sebuah pesantren di Gontor dan bagaimana dia diwajibkan berbahasa Arab dan Inggris di sana. Secara dangkal dan lesu dia menyimpulkan bahwa masa depan dirinya telah tergambar sebagai seorang penceramah di pengajian-pengajian. Tapi Wallahua’lam bi shawab siapa yang menyangka bahwa setelah menamatkan studinya di pesantren, dia diterima di Universitas Padjajaran dan berhasil diterima sebagai wartawan Tempo. Bukan hanya itu, dia berhasil keliling dunia dan bekerja di Pentagon USA. Hingga saat ini, dia berhasil menulis sebuah novel tentang hidupnya yang berjudul “Negeri Lima Menara” yang sukses menembus best seller nasional. Setelah sukses dalam bentuk buku, tidak lama lagi novel ini akan dirilis sebagai sebuah film dan akan segera mewarnai layar kaca Indonesia. Yang lebih luar biasa lagi, ternyata Ahmad adalah seorang sosiopreneur. Keuntungan yang dia dapat dari novel “Negeri Lima Menara” disumbangkan untuk masyarakat yang kurang mampu hingga untuk pembangunan sekolah. Dia mengaku akan meneruskan membuat Novel dan Ahmad meminta doa dari peserta seminar agar novel yang akan ditulisnya bisa sukses seperti novelnya yang sebelumnya.

“Semua itu tidak akan tercapai jika amak tidak memaksa saya untuk meneruskan studi ke Pesantren”, paparnya. Bukan berarti lulusan pesantren harus menjadi seorang guru pengajian, bukti nyatanya bukan Ahmad saja. Ternyata "shohibul menara", teman-temannya semasa di pesantren dulu, juga sukses bekerja di luar negeri. Sekali lagi Ahmad menekankan,”Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapat, karena Allah maha Mendengar. Manjadda wa Jada”!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


bosch dishwashers