Kamis, 19 Agustus 2010

Guru Olahraga SD ku…Wow…Incredible

“Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”. Setidaknya itu yang ku dapat dari guru olahraga perdana ku (inisial Asn.) di SD 091705 kala era Orde Baru dulu. Kalimat itu selalu didengung-dengungkan setidaknya seminggu sekali di jam Olahraga pagi sebelum penghapus kayu menghantam kuku-kuku kotor kami. Berlebihan pikir kami, tapi itulah beliau. Kepeduliannya bahkan menulusur hingga ujung jari murid-muridnya. Iya, beliau adalah guru olahraga yang tanpa kompromi terhadap kesehatan murid-muridnya, meskipun kadang hukuman beliau sedikit menyakitkan. Murid yang tidak bersemangat ikut senam “Ini Dia Si Jali-Jali” harus rela mendapat cubitan mesra nan berdenyut-denyut dari beliau. Seolah-olah kesehatan telah menempati ranking teratas dalam rating diantara slogan-slogan lain beliau yang berjejal.

Belakangan, setelah 12 tahun reformasi bercokol di Indonesia, ku balik-balik majalah yang ku beli di Mesjid Al-Hurriyyah IPB ba’da sholat jum’at. Eh, ku temukan sebuah artikel menarik yang di dalamnya terdapat karakter muslim impian versi Ustadz Hasan Al-Banna. Ada sepuluh karakter, namun yang menjadi sorotanku adalah sang ustadz menempatkan “Qowiyyul jismi / kuat fisiknya” di urutan pertama. Wah, flash back ke zaman “Ini Dia Si Jali-Jali”, ternyata guru olahragaku punya jalan pikiran yang sama dengan ulama kaliber dari Mesir yang syahid 4 tahun setelah Indonesia lepas dari kuku-kuku kotor penjajah. Menyelami lebih lanjut, guruku kan seorang ibu-ibu yang kerjanya beli cabai dan bawang di pasar? Kok bisa ya?

Sebenarnya yang ingin disampaikan bukan bagaimana bisa ibu guru Olahragaku punya paradigma yang sama dengan Imam Hasan Al-Banna (jadi judulnya sama sekali tidak nyambung). Tapi poin urgen yang ingin di bahas adalah betapa pentingnya hidup sehat dan memiliki fisik yang kuat, salah satu sarananya yakni dengan berolahraga. Poin ini pula yang sering terlupa atau malas untuk dilakukan oleh pemuda/i muslim, terlebih bagi kalangan akademisi. Kalau kata orang Medan,” Otak encer-encer, tapi badannya letoy semua, apa kata dunia?”.

Semua tahu bahwa olahraga membuat sirkulasi darah semakin lancar beredar ke seluruh jaringan dan organ tubuh, membuat otot dan persendian kuat dan tidak kaku, serta stamina jadi “ngejreng”, tapi semua beramai-ramai bersemboyan, “Ayo Malas Olahraga” …(huh..dasar generasi payah). Oleh sebab itu, agar olahraga tidak terasa berat, tidak usah buat targetan yang “unbelieveble. Misalnya paket 100. Keliling lapangan bola 100 kali, push-up dan adik-adiknya (Sit-up,back-up) masing-masing 100 kali, dan senam 100 tahun (lebay dah). Selain itu coba olahraga yang menyenangkan, sesuai hobi, dan tidak monoton. Misalnya berenang, mendaki gunung, sepak bola, bersepeda, dsb. Jangan segan juga mencari partner yang sevisi, yakni menjadi muslim dengan fisik yang tidak lemah.

Padahal nabi kita adalah seseorang yang sangat kuat. Pernah beliau berduel dengan Rukanah, bisa dibilang seorang pegulat waktu itu. Di kali ketiga perduelan mereka, Rukanah mengakui bahwa nabi Muhammad s.a.w benar-benar utusan Allah (Wah, salut dah buat Rosulullah). Selanjutnya, Rosul pernah diminta para sahabat saat menggali parit untuk memecahkan batu keras dan hitam yang tidak bisa dipecahkan oleh orang-orang kuat dan kapak mereka ( Wow… nge-fans banget dah aku pokoknya). Rosulullah bersabda,”Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah ketimbang Mukmin yang lemah (H.R Muslim)”. Tunggu apa lagi coba? Olahraga yuk…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


bosch dishwashers