Kamis, 19 Agustus 2010

Fiksi Nyata : Pertemuan dengan Azmi (The Malingers Version)


Sebenarnya aku lupa kronologis pertemuan dramatis pertamaku dengan temanku yang nama amit-amitnya Ami ini. Mungkin karena pertemuan itu terlalu dramatis sehingga otakku tidak mempunyai folder khusus untuk menyimpan file sedramatis itu, bahkan recycle bin pun tidak mau menampungnya, jadi unrestoreable saat aku ingin menampilkannya kembali. Seolah-olah orang yang menyebut dirinya selalu bergaya mirip dengan Vino G. Bastian ini secara tiba-tiba menyelusup dalam kehidupanku dan mengambil posisi penting sambil terkekeh-kekeh dengan mulut berbusa di sana.


Aku salut dengan Azmi, di sela-sela kehidupan perkuliahan yang super sibuk, dengan wajah tanpa dosa sedikitpun dia selalu menyempatkan untuk mengajakku, Allva, dan Dodi melakukan hal yang menyenangkan. Contohnya, saat temen-temen yang lain sibuk dengan laporan mereka yang belum di-ACC, Azmi malah mengajak kami nge-net di Pusat Komunikasi kampus, dan yang paling sering kami lakukan di sana adalah ngobrol via chatting, padahal komputer kami tepat bersebelahan. Dan kata-kata yang paling sering beliau tanyakan adalah,”Ril, lagi ngapain kau?”. Subhanallah…


Dia juga kerap memperdengarkan kepada kami Face Down ---The Red Jumpsuit Apparasut--- yang terdengar semakin ganas setelah dibarengi dengan improvisasi ketukan mesin tik zaman kolonialisme Belanda yang kami punya. Iya, mesin tik inilah yang menjadi senjata utama untuk mengerjakan laporan praktikum kami yang serba menuntut. Bahkan suara yang ditimbulkannya mirip dengan suara brend guns yang menghipnotis kami ke peristiwa perang merebut kemerdekaan Republik Indonesia di zaman lawas kuadrat. Tentu saja Azmi mendengarkan musik punk rock-nya dengan style wajib, kepala mengangguk tiada henti dan mengerahkan tangan kiri diikuti formasi Ibu jari, telunjuk, dan kelingking mengacung ke atas dengan energik…yeaaah !!! Kami bertiga cuma mesem-mesem melihatnya.


Terkadang Azmi menghadapkanku pada pilihan yang benar-benar sulit. Contohnya, dia pernah mengajakku bermain futsal saat jam kuliah. Astaghfirullah…aku benar-benar tersudut kala itu. Meskipun akhirnya dengan sangat berat hati aku merelakan jam kuliahku tergadai di lapangan futsal setelah memastikan ada yang bakal meminjamkanku catatan kuliah hari itu *don’t try this at home^^.


Hingga hari itupun tiba. UTS tinggal 2 x 24 jam. Barulah “Si Agen Wajah tidak Berdosa ini” pusing berkelana dengan unta merahnya…eh..motor merahnya untuk mencari mangsa. Buku-buku catatan kawan yang memenuhi standar peminjamannya pasti langsung tergandakan. Sistem kebut dua malam pun tidak terelakkan. Aku bisa menebak ending story-nya, saat waktu ujian tinggal tinggal 1x24 jam, telepon genggamku pasti berdering,”Ril, besok kau di rumah? Besok pagi sebelum ujian aku berkunjung ke kosanmu ya….plis…ajarin…gak ada satupun yang masuk ke otakku bro.” Azmi and the genk ( The Malingers genk) selalu begitu. *bedanya kalau Dodi dan Allva memakai kata ganti “ane-antum” saat melobi ^^. Singkat cerita, kamar kos 3 x 2,5 m ku selalu sesak dengan jejalan penikmat SKS dan selalu penuh hentakan Face Down di sana. *Inilah sekelumit haru biru “si Wajah tidak Berdosa” ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


bosch dishwashers